LOGO
  • Doa tanpa usaha dan perbuatan adalah sia-sia. Jadilah diri yang bijak.. Admin
  • Tersenyumlah dalam situasi apapun, tanpa disadari senyum itu yang akan menguatkanmu.. Admin
  • Karena sesungguhnya kebahagiaan bukanlah hasil, dia merupakan hadiah setelah berusaha.. Admin
  • Tidak masalah seberapa sering engkau jatuh, yang terpenting adalah seberapa cepat engkau bangkit.. Admin
  • Jika kita dibolehkan memilih lima (5) hal di dunia ini, maka pilihlah agama, harta, akhlak mulia, rasa malu dan pemurah.. Ferdian
  • Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali. HR. TIRMIDZI

HALAMAN

  • SEJARAH SINGKAT

    16 Januari 2015 Ferdian Marta Erida

    Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) Jakarta merupakan madrasah tertua kedua di Indonesia. Madrasah ini didirikan pada tahun 1946 dengan nama yayasan pendidikan "Raudatul Mutaalimin" yang berlokasi di jalan KH. Abdurrahim, Mampang Prapatan Jakarta Selatan yang dipimpin oleh K.H. Rozak Mamun.

    Perjalanan sejarah cukup panjang yang tentunya dipengaruhi oleh politik yang kurang stabil, yayasan ini mengalami pergantian nama. Pada tanggal 17 Mei tahun 1968, dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 1968 menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Dan kini MAN I berlokasi di Jalan Rawa Bahagia Raya I nomor 28 Grogol Jakarta Barat. Yang menjadi angin segar bagi perkembangan madrasah sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional, eksistensinya secara resmi baru diakui sejak tahun 1975, melalui SKB Tiga Menteri yang dipertegas melalui UUSPN Tahun 1989. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut disebutkan bahwa Madrasah Aliyah adalah Sekolah Menengah Umum yang berciri khas Agama Islam.

    Namun perkembangan madrasah kurang menggembirakan, hal ini diakibatkan oleh berbagai persoalan penting, seperti rendahnya mutu pendidikan yang menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah berkurang. Hal tersebut disebabkan karena adanya berbagai kelemahan di antaranya: masalah manajemen, kualitas guru yang rendah, sarana pendidikan yang kurang, para siswanya mempunyai motivasi rendah dan kebanyakan berasal dari keluarga yang tidak mampu.

    Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melahirkan masyarakat Indonesia baru dengan seperangkat nilai-nilai yang baru, dan untuk menata kembali nilai-nilai ekses dari eforia demokrasi pasca Orde Baru diperlukan suatu peninjauan kembali dan penataan kembali penyelenggaraan madrasah berdasarkan paradigma baru khususnya tentang pola manajemen, pembiayaan, meningkatkan etos kerja guru maupun motivasi belajar siswa dan membuka program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat di mana madrasah itu berada.

    Hal tersebut juga didukung oleh berbagai faktor baik faktor internal yang menyangkut potensi peserta didik dan pendidik, budaya dan faktor eksternal seperti adanya kebijakan otonomi pendidikan, political will dari pemerintah setempat dan sebagainya. Untuk itu diperlukan sejumlah pemikiran strategis untuk memanfaatkan peluang seperti kebijakan otonomi daerah dan kuatnya dukungan masyarakat terhadap keberadaan madrasah khususnya MAN I Jakarta. Optimalisasi peluang tersebut sangat penting sehingga tercipta sebuah madrasah yang solid dan mampu bersaing dengan sekolah umum dengan cara mengembangkan kreativitas sumber daya madrasah berdasarkan aspirasi masyarakat setempat.

HALAMAN LAINNYA